Apa Saja Pajak Impor Luar Negeri? Ini Biaya dan Cara Hitungnya

Pelajari pajak impor barang dari luar negeri, mulai dari Bea Masuk, PPN, PPh 22, hingga cara menghitung total biaya impornya.

Published

Writer

HastaPrada

pelabuhan-untuk-menerima-barang-impor-beseta-pembayaran-sistem-pajaknya

Ketika membeli barang dari luar negeri, baik untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis, biasanya akan ada beberapa pajak impor yang dikenakan seperti Bea Masuk, PPN Impor, dan PPh 22 Impor. Besarnya biaya tidak hanya dihitung dari harga barang, tetapi juga ongkir dan asuransi pengiriman. Karena itu, tidak sedikit orang yang kaget ketika total biaya impor ternyata jauh lebih mahal dari perkiraan awal. Bagi pemilik usaha yang membeli alat produksi, stok barang, atau bahan baku dari luar negeri, memahami sistem pajak impor menjadi penting agar bisa menghitung biaya usaha secara lebih akurat.

Apa Saja Pajak Saat Impor Barang dari Luar Negeri?

Ketika barang masuk ke Indonesia, terdapat beberapa komponen pajak dan pungutan yang biasanya dikenakan. Sistem ini berlaku baik untuk pembelian pribadi maupun kebutuhan bisnis, meskipun skemanya bisa berbeda tergantung jenis importir dan barangnya.

Berikut beberapa pajak yang umum dikenakan saat impor barang: 

Jenis Pajak 

Fungsi 

Kapan Dikenakan 

Bea Masuk 

Pungutan atas barang impor berdasarkan HS Code 

Saat barang masuk ke Indonesia 

PPN Impor 

Pajak pertambahan nilai atas barang impor 

Setelah Bea Masuk dihitung 

PPh 22 Impor 

Pajak penghasilan untuk aktivitas impor 

Saat proses impor dilakukan 

PPnBM 

Pajak barang mewah untuk kategori tertentu 

Jika barang termasuk kategori mewah 


Kombinasi dari pungutan tersebut sering disebut sebagai Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).

Karena sistemnya bertingkat, total biaya impor sering kali terasa besar terutama jika barang memiliki tarif Bea Masuk tinggi atau ongkos pengiriman internasional yang mahal.

Baca Juga: Sumber Penghasilan dari Luar Negeri, Bagaimana Cara Bayar Pajaknya?

Kenapa Pajak Impor Bisa Mahal?

biaya pajak impor yang mahal hastaprada

Salah satu alasan utama biaya impor terasa mahal adalah karena pajak tidak hanya dihitung dari harga barang saja.

Dalam sistem kepabeanan Indonesia, dasar penghitungan pajak menggunakan nilai pabean, yaitu:

harga barang + ongkos kirim + asuransi

Artinya, semakin mahal biaya shipping internasional, maka semakin besar juga dasar pengenaan pajaknya.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi besarnya pajak impor:

  • HS Code barang

  • kategori produk

  • status importir

  • kepemilikan API

  • negara asal barang

  • nilai transaksi impor

Karena itu, dua barang dengan harga sama belum tentu memiliki total pajak impor yang sama.

Apa Itu Bea Masuk dan Kenapa Tarifnya Berbeda?

Bea Masuk adalah pungutan negara atas barang yang masuk dari luar negeri ke Indonesia.

Tarif Bea Masuk ditentukan berdasarkan HS Code atau klasifikasi barang internasional. Setiap kategori produk memiliki tarif berbeda-beda.

Sebagai contoh:

  • mesin produksi tertentu bisa memiliki tarif rendah

  • produk fashion dapat memiliki tarif lebih tinggi

  • barang elektronik punya tarif tersendiri

  • bahan baku industri tertentu bisa mendapat fasilitas khusus

Kesalahan menentukan HS Code juga dapat menyebabkan biaya impor membengkak atau terkena pemeriksaan tambahan dari bea cukai.

Karena itu, pelaku bisnis yang rutin impor biasanya sangat memperhatikan klasifikasi barang sebelum melakukan pembelian dari luar negeri.

Apa Itu PPh 22 Impor?

Selain Bea Masuk dan PPN impor, ada juga PPh Pasal 22 Impor yang sering membuat pelaku usaha bingung.

PPh 22 impor merupakan pajak penghasilan yang dikenakan atas aktivitas impor barang.

Besarnya tarif biasanya dipengaruhi oleh:

  • apakah importir memiliki API

  • jenis barang

  • status perpajakan perusahaan

Secara umum:

  • importir dengan API memiliki tarif lebih rendah

  • tanpa API, tarif PPh 22 bisa lebih tinggi  

Namun yang penting dipahami:

PPh 22 impor bukan pajak final

Artinya, pajak tersebut masih dapat dikreditkan dalam pelaporan pajak tahunan perusahaan.

Hal ini cukup penting bagi bisnis yang rutin melakukan impor bahan baku, stok produk, maupun alat produksi.

Kenapa API Penting untuk Bisnis yang Impor Barang?

API atau Angka Pengenal Importir adalah identitas resmi bagi perusahaan yang melakukan aktivitas impor.

Bagi pemilik usaha, memiliki API dapat memberikan beberapa keuntungan seperti:

  • proses impor lebih lancar

  • tarif PPh 22 lebih rendah

  • lebih mudah melakukan impor rutin

  • mengurangi hambatan administrasi

Tanpa API, impor biasanya dianggap sebagai impor non-komersial sehingga beban pajaknya bisa lebih tinggi.

Hal ini cukup relevan untuk:

  • bisnis fashion

  • brand skincare

  • usaha F&B

  • bisnis elektronik

  • UMKM yang impor bahan baku

Bagaimana Jika Impor untuk Kebutuhan Bisnis atau Produksi?

mesin produksi yang di impor dari luar negeri

Saat ini semakin banyak bisnis Indonesia yang:

  • membeli mesin dari China

  • melakukan OEM luar negeri

  • menggunakan jasa maklon luar negeri

  • impor bahan baku produksi

  • private label produk dari luar negeri

Dalam kondisi ini, sistem perpajakannya bisa menjadi lebih kompleks.

Tidak hanya soal impor barang, tetapi juga bisa berkaitan dengan:

  • pajak jasa luar negeri

  • royalti brand

  • lisensi desain

  • transaksi lintas negara

Karena itu, bisnis yang menggunakan skema produksi luar negeri biasanya perlu menghitung struktur biaya sejak awal agar margin usaha tetap aman.

Baca Juga: Daftar Lengkap Penghasilan yang Dikenakan PPh Final

Cara Menghitung Pajak Impor Secara Sederhana

Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran sederhana proses perhitungan pajak impor.

Langkah 1: Hitung Nilai Pabean

Rumus: 

Nilai Pabean = Harga Barang + Ongkir + Asuransi

Nilai pabean menjadi dasar awal untuk menghitung seluruh pajak impor.

Langkah 2: Hitung Bea Masuk

Rumus:

Bea Masuk = Nilai Pabean × Tarif Bea Masuk

Besarnya tarif Bea Masuk tergantung HS Code atau kategori barang impor.

Langkah 3: Hitung PPN Impor

Rumus:

PPN Impor = (Nilai Pabean + Bea Masuk) × 11%

PPN impor dihitung setelah Bea Masuk ditambahkan ke nilai pabean.

Langkah 4: Hitung PPh 22 Impor

Rumus:

PPh 22 Impor = (Nilai Pabean + Bea Masuk) × Tarif PPh 22

Tarif PPh 22 dapat berbeda tergantung status importir dan kepemilikan API.

Komponen Penting Untuk Usaha Anda 

Membeli barang dari luar negeri ternyata bukan hanya soal harga produk dan ongkir saja. Dalam proses impor, ada beberapa komponen pajak seperti Bea Masuk, PPN impor, dan PPh 22 yang dapat membuat total biaya menjadi jauh lebih besar dari perkiraan awal. 

Bagi individu, memahami sistem ini membantu menghindari kejutan biaya saat barang tiba di Indonesia. Sementara bagi pelaku usaha, pemahaman pajak impor sangat penting karena berhubungan langsung dengan harga pokok penjualan, margin keuntungan, hingga cash flow bisnis. 

Karena itu, sebelum membeli alat produksi, stok barang, atau bahan baku dari luar negeri, pastikan seluruh komponen biaya impor sudah dihitung sejak awal agar operasional bisnis tetap berjalan sehat dan terukur. 

Butuh panduan untuk urusan perpajakan bisnis Anda? Segera hubungi kami dengan klik tombol WA di kanan agar tim expert analyst dan consulting partner kami bisa segera membantu Anda! 

MENU

CLOSE

MENU

CLOSE

MENU

CLOSE