Panduan Mengenai PSAK 118 Sebelum Berlaku tahun 2027
PSAK 118 berlaku 2027 dan menggantikan PSAK 201. Simak perubahan dan persiapan yang perlu dilakukan perusahaan, dari COA hingga sistem pelaporan.
Published
Writer
HastaPrada Editorial Team

PSAK 118 akan mulai berlaku pada 1 Januari 2027 dan menggantikan PSAK 201 tentang penyajian laporan keuangan. Perubahannya bukan sekadar mengganti format laporan laba rugi. Perusahaan perlu meninjau klasifikasi pendapatan dan beban, chart of accounts, sistem pelaporan, hingga informasi kinerja yang selama ini dikomunikasikan kepada publik. Karena penerapannya berlaku secara retrospektif, persiapan sebaiknya dimulai sebelum 2027. Semakin cepat perusahaan melakukan gap analysis dan dry run, semakin kecil risiko harus melakukan perubahan besar saat laporan keuangan 2027 sudah disusun.
Apa Itu PSAK 118?
PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan disahkan DSAK IAI pada 28 Mei 2025 dengan merujuk pada International Financial Reporting Standards (IFRS) 18. Standar ini menggantikan PSAK 201 dan berlaku untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2027.
Tujuan utamanya adalah membuat informasi kinerja keuangan lebih konsisten, transparan, dan dapat dibandingkan antarperusahaan. Dampak paling besar akan terlihat pada laporan laba rugi dan catatan atas laporan keuangan, meskipun terdapat perubahan tertentu pada laporan arus kas, posisi keuangan, dan perubahan ekuitas.
Artinya, perusahaan tidak cukup hanya mengubah template financial statements. Data dan proses yang menghasilkan laporan tersebut juga perlu diperiksa kembali.
Baca Juga: Perbedaan Cash Flow dan Profit dalam Sistem Keuangan Usaha
Apa Saja Perubahan Utama PSAK 118?
Salah satu perubahan paling terlihat adalah struktur laporan laba rugi. PSAK 118 mengharuskan penghasilan dan beban diklasifikasikan ke dalam kategori operasi, investasi, dan pendanaan, selain kategori pajak penghasilan dan operasi yang dihentikan.
Perusahaan juga akan menyajikan subtotal baru, termasuk laba atau rugi operasi serta laba atau rugi sebelum pendanaan dan pajak penghasilan. Struktur ini dirancang untuk membantu pengguna laporan keuangan memahami kinerja perusahaan dengan cara yang lebih konsisten.
Selain itu, PSAK 118 memperkenalkan pengungkapan Management-defined Performance Measures (MPMs) atau ukuran kinerja tetapan manajemen. Ukuran seperti adjusted EBITDA atau ukuran kinerja lain yang memenuhi kriteria tertentu dapat memerlukan pengungkapan dan rekonsiliasi yang lebih jelas.
Mengapa Persiapan PSAK 118 Tidak Bisa Menunggu 2027?
Karena penerapannya bukan hanya persoalan laporan tahun 2027.
Perusahaan perlu memiliki informasi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan penyajian dan perbandingan berdasarkan standar baru. Dalam praktiknya, ini berarti tim accounting perlu memahami sejak awal bagaimana transaksi yang selama ini dicatat akan diklasifikasikan berdasarkan PSAK 118.
Perubahan ini dapat memengaruhi chart of accounts, mapping, sistem konsolidasi, reporting tools, dan proses pelaporan. Sistem yang selama ini dibangun berdasarkan struktur PSAK 201 belum tentu menyediakan data dengan tingkat detail yang dibutuhkan PSAK 118.
Jadi, pertanyaannya bukan lagi “kapan PSAK 118 berlaku?”, tetapi “apakah sistem dan data perusahaan sudah siap menghasilkannya?”
Apa yang Harus Disiapkan Perusahaan?
1. Lakukan Gap Analysis
Mulailah dengan membandingkan laporan keuangan dan proses accounting saat ini dengan persyaratan PSAK 118.
Perusahaan dapat memetakan:
Bagaimana akun saat ini diklasifikasikan?
Apakah informasi yang tersedia sudah cukup untuk menentukan kategori operasi, investasi, atau pendanaan?
Apakah ada akun yang masih terlalu umum?
Apakah data historis dapat ditelusuri kembali?
Apakah sistem mampu menghasilkan disclosure yang dibutuhkan?
Tahap ini akan membantu perusahaan menemukan bagian mana yang perlu diperbaiki sebelum implementasi.
2. Review Chart of Accounts
Chart of accounts atau COA menjadi salah satu area yang perlu mendapat perhatian serius.
Contoh dalam hal ini adalah perusahaan bisa saja selama ini menggunakan satu akun untuk seluruh interest income. Padahal sumbernya dapat berasal dari piutang pelanggan, deposito, atau pinjaman antarperusahaan yang dapat memiliki klasifikasi berbeda berdasarkan PSAK 118. Hal serupa dapat terjadi pada akun seperti foreign exchange gain/loss atau other income.
Karena itu, perusahaan mungkin perlu menambahkan tag, kode, atau struktur akun agar transaksi dapat diklasifikasikan dengan lebih tepat.
3. Periksa ERP dan Sistem Reporting
Perubahan accounting tidak akan banyak membantu jika sistem perusahaan tidak mampu menyediakan datanya.
ERP, consolidation tools, dan reporting system perlu diuji untuk memastikan sistem dapat menghasilkan informasi berdasarkan struktur PSAK 118. Perusahaan dengan banyak anak usaha juga perlu memperhatikan perbedaan COA dan sistem antarentitas agar proses konsolidasi tetap konsisten.
4. Identifikasi Management-defined Performance Measures (MPM)
Perusahaan juga perlu menginventarisasi ukuran kinerja yang rutin dikomunikasikan kepada pihak eksternal.
Misalnya, management perlu meninjau angka seperti adjusted EBITDA, underlying profit, atau ukuran kinerja lain yang digunakan dalam annual report, investor presentation, atau komunikasi perusahaan.
Jika ukuran tersebut memenuhi kriteria MPM, perusahaan perlu menyiapkan dasar perhitungan, rekonsiliasi, serta informasi pendukungnya.
Jangan Lupa Melakukan Dry Run
Salah satu langkah paling penting sebelum implementasi adalah dry run.
Alih-alih menunggu laporan 2027 selesai, perusahaan dapat menggunakan data periode sebelumnya untuk mencoba menyusun laporan berdasarkan struktur PSAK 118. Dari sini, tim dapat melihat apakah klasifikasi akun sudah tepat, apakah data tersedia, dan apakah sistem mampu menghasilkan laporan yang dibutuhkan.
Dry run juga membantu menemukan masalah yang mungkin tidak terlihat saat perusahaan hanya membaca standar atau melakukan gap analysis di atas kertas. PwC memasukkan perubahan sistem, proses, dan dry run sebagai bagian penting dari persiapan implementasi PSAK 118.
Siapa yang Perlu Terlibat?
Implementasi PSAK 118 sebaiknya tidak hanya menjadi pekerjaan tim accounting.
Setidaknya, perusahaan perlu melibatkan:
Accounting & Finance untuk kebijakan dan klasifikasi
Tax untuk memahami implikasi dari perubahan penyajian dan rekonsiliasi
IT untuk perubahan ERP dan reporting system
Management untuk menentukan serta meninjau ukuran kinerja
Internal Audit atau Risk untuk memastikan proses dan kontrol tetap memadai
Semakin kompleks struktur bisnis perusahaan, semakin penting koordinasi antarfungsi tersebut.
Baca Juga: Strategi Pajak Marketplace di Era Aturan Baru
Saatnya Mempersiapkan Transisi PSAK 118
PSAK 118 akan berlaku mulai 1 Januari 2027, tetapi persiapannya seharusnya tidak dimulai pada 2027. Perubahan struktur laporan laba rugi, klasifikasi transaksi, MPM, hingga kebutuhan data yang lebih terperinci dapat berdampak langsung pada proses accounting dan sistem pelaporan perusahaan.
Langkah yang dapat dilakukan sejak sekarang adalah melakukan gap analysis, meninjau chart of accounts, menguji sistem, mengidentifikasi MPM, memperbarui proses dan kontrol, lalu melakukan dry run.
Dengan persiapan yang lebih awal, perusahaan memiliki waktu untuk menemukan gap, memperbaiki sistem, dan memastikan proses accounting sudah siap sebelum PSAK 118 mulai diterapkan.
Butuh bantuan untuk menilai kesiapan perusahaan menghadapi PSAK 118? Klik tombol WhatsApp di samping kanan untuk berdiskusi dengan tim HastaPrada mengenai kebutuhan accounting dan persiapan implementasinya.
